Rindu UM



Entah aku harus memulainya darimana..
Saat itu tahun 2013, aku mendapatkan kesempatan untuk pergi ke Malaysia, mengikuti program exchange student ke University Malaya, Malaysia. Aku bersyukur. Aku bahagia. Semua keperluan ditanggung oleh Dikti. Aku hanya mengeluarkan biaya untuk keperluan pribadiku. Persiapan demi persiapan sudah aku lalui. Mulai dari membuat passport, pemeriksaan kesehatan, belajar kebudayaan, mengasah skill english speaking ku, visa ke Jakarta, dan lain sebagainya.
Ahh ya, berbicara tentang visa, hari itu kami bertiga berangkat ke Jakarta. Mendadak memang, kata KUI –Kantor Urusan Internasional, lembaga yang membantu semua persiapan kami- kami harus mengurusnya sendiri ke Jakarta. Alhasil, sore hari kami berangkat menggunakan kereta api –karena tiket pesawat terlalu mahal- dan sesampainya disana dini hari. Kami menunggu di masjid dekat stasiun hingga kantor Kedutaan Malaysia buka. Setelah urusan di kantor kedutaan selesai, kami pun hanya berjalan tak tahu arah. Kami makan, beristirahat di masjid sekaligus menunaikan ibadah sholat. Tiket kepulangan kami ke Yogyakarta sore hari. Kami berada di Jakarta hanya sehari.
Kembali ke pengalamanku di Malaysia...
Kenapa aku selalu merindukan saat-saat aku berada di Malaysia? Aku bermimpi, suatu saat nanti aku bisa kembali lagi ke tempat itu. Aku ingin berjalan-jalan ke tempat dimana aku bisa bepergian sendiri. Aku ingin mengunjungi tempat asing dengan berjalan kaki, tanpa orang yang aku kenal. Tanpa beban. Tanpa adanya hal-hal yang mengusikku.
Karena aku sudah terbiasa mandiri. Aku suka kesendirian, aku bebas melakukan hal apapun yang aku sukai tanpa adanya aturan yang mengikutiku.
Aku merindukan kamarku, C-1-15. Aku merindukan room mate­-ku, miss Nor Shaba dari Pakistan. Aku merindukan teman-teman exchange student angkatanku. Aku merindukan suasana kolej 10, KKTAZ. Aku merindukan Fakulti Bahasa. Aku merindukan pensyarah-pensyarah hebat, yang mengajarkanku banyak ilmu, yang banyak menasehatiku. Aku merindukan teman-teman dan kakak-kakak di Jurusan Bahasa Arab, senangnya bisa mengenal dan dikenal mereka, apa kabar kalian disana?

Komentar