Between Me and You
We’re
standing here
Facing each
other sadly
It’s quiet as
if everything stopped
Only the cold
wind wraps around us
Kita.
Menghabiskan waktu bersama. Bukan hal yang mudah. Karena kita sama-sama sibuk.
Karena aku yang kesekian kalinya selalu menolak untuk bertemu. Ada hal yang
harus aku hindari. Aku tidak bisa. Dan aku yakin, kamu pasti tahu alasannya.
Saat itu. Kita
bicara panjang lebar. Apa yang ada difikiranku, aku ungkapkan semua. Semua yang
sudah aku rencanakan, buyar seketika. Aku terlalu terburu-buru mengatakannya.
I don’t wanna
let you go like this
But I need to
decide now
For you, For
me
I’m looking
into you eyes, about to break up
Akhirnya, aku
memutuskan untuk pergi. Aku melepaskanmu. Untuk kebaikan kita bersama. Untuk
kehidupanmu yang lebih baik. Kamu meyakikanku. Kamu masih bimbang. Kamu masih
tidak mengerti apa yang barusan terjadi. Kamu yang minta penjelasan. Kamu yang
masih ingin mempertahankan semuanya. Kamu heran, tentu saja.
We’re facing
each other
We’re crying
facing each other
The hands we
holding are scattering
Goodbye now
Aku sangat ingat
tatapan matamu saat itu. Senyum yang biasa aku lihat, kini berubah menjadi
suram. Aku yang menahan air mata saat itu. Aku yang buru-buru pergi, demi air
mataku yang tidak ingin aku tumpahkan di depanmu. Karena aku tahu, aku selalu
lemah bila berhadapan denganmu.
We need to
say goodbye now
We need to
say goodbye now
The times we
spent together, the pain, the joy
I want to
forget it all
Kita harus
mengakhiri semua ini. Beberapa tahun yang sudah kita jalani bersama-sama.
Beberapa impian yang sudah kita rancang selama ini, apakah harus diakhiri?
Beberapa kebersamaan dan canda tawa yang sudah menghiasi hari-hari kita, apakah
akan sirna?
From now on
Love is gone
But there’s
only you in my heart
Mulai detik ini.
Tidak akan ada senyummu. Tidak akan ada motivasi dan dukunganmu. Tidak akan ada
canda tawamu. Tidak akan ada yang menasehatiku. Semua yang pernah aku jalani
bersamamu, akan terhapus seiring waktu berjalan. Tapi mengapa kenangan itu
masih jelas membekas dalam ingatanku?
From the
miracle of meeting someone like you
I’m trying to
selfishly run away
It doesn’t
even make sense but with the reason of leaving because I love you
I’m leaving
you like a coward
Seperti keajaiban,
aku menemukanmu, diantara beribu insan yang ada. Kamu spesial. Kamu memiliki
daya tarik tersendiri bagiku. Tapi cukup sampai disini. Aku harus
mengakhirinya. Kalau bukan aku, siapa yang akan bertanggung jawab? Bukankah
kebahagiannya adalah kebahagiaanku juga. Melihatnya bahagia sekalipun bukan
denganku, itu akan menjadi kenangan tersendiri bagiku.
In all the
promises we made
There was
nothing about breaking up
But I’m
becoming a bad guy, spitting out these lies
Trying to
escape this connection
Kita pernah
berjanji, akan memiliki masa depan yang indah. Saling memotivasi. Semuanya
sudah berubah. Tidak akan sama lagi. Kecuali aku bersikap egois dan
mementingkan perasaanku saja. Aku terpuruk, kau tau.
I don’t wanna
let you go like this
But I need to
decide now
For you, For
me
I’m looking
into you eyes, about to break up
Jauh di relung
hatiku yang paling dalam. Aku masih menginginkanmu. Menemani setiap langkah
kakiku, memperjuangkan impian bersama. Apa yang harus aku lakukan supaya kamu
tetap berada disisiku? Sepertinya tidak bisa, aku gagal. Pikiranmu jauh di
tempat lain. Aku membatasimu. Saat
itulah, aku berfikir untuk melepaskannya. Melepaskan dia untuk meraih
semua impiannya.
We’re facing
each other
We’re crying
facing each other
The times we
spent together, the pain, the joy
I want to
forget it all
Aku ingin
melupakan semuanya. Semua hal yang berkaitan denganmu. Aku ingin lepas dari
semua yang bersangkutan denganmu. Semua tempat yang pernah kita kunjungi. Semua
kata-kata yang terucap. Semua janji. Semua harapan yang pernah kita impikan.
Dan senyum manismu. Aku ingin melupakan semuanya.
From now on
I’m afraid,
like an habitual cigarette
We were
together, hotly bitting and inhaling
Grind me up
even harder, like you’re burning me up
Though it was
hard, it was good
Though only
lonely pieces of ashes remain, if I brush it off, I’ll be strong
Our love, Our
memories, inside of my head
Bloom
beautifully, I’ll send you off like smoke, my dear
Percayalah. Aku
akan bisa hidup tanpa kehadiranmu. Aku akan tetap berjuang meraih impianku. Dan
kamu pasti akan berhasil. Masa depanmu masih panjang. Kamu bisa mengukir
prestasi sebanyak-banyaknya.
We facing
each other and smile
We facing
each other and smile
Saying our
last goodbye with our hands
Goodbye now
Selamat tinggal
kenangan. Selamat tinggal harapan. Selamat tinggal senyum manis. Selamat
tinggal kekasih. Selamat tinggal sahabat. Kita harus mengejar impian kita
masing-masing. Selamat berjuang, sayang.
I took a step
first
I closed my
eyes and just took a step
Then at the
sound of our voices calling each other
Once again
We’re facing
each other
We’re facing
each other
We’re facing
each other
We’re facing
each other
Apa kamu tahu.
Sampai saat ini, aku selalu berharap keajaiban akan datang kepada kita. Bahwa
aku menginginkanmu kembali di kehidupanku, untuk selamanya. Bahwa aku berharap,
kita akan disatukan kembali. Aku tidak bosan berdoa untuk itu, sayang. Aku
selalu merindukanmu setiap saat. Apakah kamu merasakan hal yang sama?
Persada, 08 Agustus 2015
Komentar
Posting Komentar