edisi kacau

kenapa aku masih bisa bertahan?
karena cinta. cinta kepada hidup. cinta kepada hari-hariku. cinta kepada masalah ini. cinta kepada yang menciptakan cinta. yaaa pokonya cinta gitu.
jadi apa yang harus aku lakukan? apa aku harus menyalahkan kalian atas semua kejadian ini? tidak masuk akal bukan? lagian, toh kalian juga tidak mengetahui apa-apa.. uuuuhh. kenapa terasa begitu melelahkan..??

namanya juga perjuangan fiqih, jadi segala sesuatu membutuhkan perhatian yang keras, perjuangan yang seimbang. dan apa yaaa..? tau deh.

kalian tau. kejadian tadi membuatku berfikir dan merenung, apa kesalahanku? apa aku yang salah? atau mereka yang salah? tapi aku mendengar: sekarang tidak usah saling menyalakan. bukankah ini sudah tanggung jawab kalian?
benar sekali. jika sudah seperti ini, setiap dari kita memang harus merasa memiliki, tidak hanya aku, tidak hanya kamu. tapi kita semua. kita yang merasa ingin berubah menjadi lebih baik..

sepertinya, pikiranku kacau, kacau sekali. bagaimana aku bisa menghentikannya..??
tidak terkontrol. seperti orang linglung, kata temanku. haha aku hanya ingin tertawa..

sekarang apa yang sedang akau tulis? bukankah ini sudah melebar kemana-kemana. sesuai apa yang ada di pikiranku, terlintas begitu saja dan jari ini asyik menari-nari..

apa yang sedang aku fikirkan? apa yang sedang kalian fikirkan sekarang?
apakah rasa penyesalan itu ada? entahlah.. aku tidak bisa menebak satu persatu isi hati dan pikiran kalian. mengapa rasa penyesalan selalu datang di akhir? supaya kita bisa lebih teliti dalam mengerjakan sesuatu dan supaya kita bisa mengambil pelajaran yang ada. Benarkah..??

Komentar